Event

Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Pusdokinfo Manggala Wanabakti:
mahasiswi Universitas Indonesia, Depok
Tanggal 12 Juli - 5 Agustus 2011

more...

Foto Feature

Menhut01.jpg: 1476x1004, 312k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

SDKupu2_01.jpg: 1476x1004, 375k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

swim4.jpg: 886x591, 223k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

RuangAuditorium.jpg: 400x266, 41k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

gym2.jpg: 886x591, 252k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

more...

Akses Pengguna

Username:
Password:
Keep me logged in:
 

Sponsor

Landasan

LANDASAN

LANDASAN I:
Kayu jati zwalp, bantalan rel kereta api, bulung halus yang dibuat dengan alat tradisional, dan belahan gelondong jati doreng




LANDASAN II: SARADAN / KESER
Merupakan alat untuk mengganjal ujung mengganjal ujung kayu gelondong jati agar terangkat sehingga mempermudah penyaradan. Alat ini ditarik oleh seekor atau beberapa ekor sapi di lapangan tebangan. Alat ini biasa digunakan di areal-areal hutan jati di Pulau Jawa. Sampai sekarang "keser" masih digunakan untuk menyarad kayu-kayu yang berasal dari areal petak tebangan menuju tempat pengumpulan kayu.





LANDASAN III: KUDA-KUDA
Adalah alat untuk mengangkut kayu gelondong atau hasil hutan lainnya. Biasanya digunakan sebagai alat angkut dari tempat penebangan menuju sungai atau menuju jalan mobil. Cara kerjanya adalah dengan meluncurkan kuda kuda di atas "jalan tongkat" karena kida kuda tidak memakai roda. Alat angkut ini banyak digunakan di Propinsi Riau dan Kalimantan, dan masih digunakan sampai sekarang




LANDASAN IV: DRAISIN ATAU ONTEL
Dipergunakan oleh sinder / Mantri Hutan dalam tugasnya memeriksa jaringan rel yang akan dilalui lokomotif pengangkut kayu. Juga dipergunakan untuk memeriksa tanaman, Penjarangan dan penebangan kayu




LANDASAN V: PAL BATAS
Di landasan ini terdiri dari pal batas, pal petak dan pal Hm batas areal sumber air. Pal batas ini terbuat dari kayu jati yang memiliki panjang kurang lebih 2 meter. dari panjang tersebut, kayu jati sebagian menghujam ke tanah, sebagian lagi menyembul ke permukaan tanah.





LANDASAN VI: POHON DAN AKAR CENDANA YANG KULITNYA TELAH MENGELUPAS




LANDASAN VII: MINIATUR GEROBAK CIKAR
Adalah salah satu alat angkut tradisional yang banyak digunakan di pulau Jawa. Alat ini biasanya ditarik oleh dua ekor sapi. Gerobak sapi yang dipamerkan ini digunakan untuk mengangkut hasil hutan terutama kayu jati gelondongan. Alat ini mulai digunakan sebagai alat angkut kayu jati gelondongan pada tahun 1920an, sekarang alat ini jarang ditemui sebagai alat angkut kayu jati gelondong. Pada umumnya, gerobak sapi mampu mengangkut 3-5 batang balok, dengan volume kurang lebih 2.50 m3. Gelondong kayu jati bisa diletakkan di atas atau digantungkan di bawah gerobaknya. Niniatur gerobak sapi ini ukurannya hanya setengah dari yang aslinya.






Landasan VIII:
Jati Gembol, Jati Duri dan Patung Hanoman