Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Pusdokinfo Manggala Wanabakti:
mahasiswi Universitas Indonesia, Depok
Tanggal 12 Juli - 5 Agustus 2011
LandasanIdiil
GAGASAN PEMBANGUNAN
GEDUNG MANGGALA WANABAKTI
Gedung Manggala Wanabakti yang semula dikenal sebagai Gedung Pusat Kehutanan lahir dari gagasan dan cita-cita mulia Korps Rimbawan Senior yang dapa umumnya adalah Rimbawan angkatan '45, yang dipelopori oleh Almarhum Bapak DR. Soejarwo pada sekitar tahun tujuh-puluhan.
Gagasan dan cita-cita tersebut muncul dari kesadaran para Rimbawan Indonesia bahwa kepemimpinan nasional dalam bidang Hutan dan Kehutanan yang kuat dan berwibawa, perlu ditunjang dengan sarana kerja yang memadai.
Kantor instansi kehutanan yang terpencar-pencar dipandang sulit untuk melakukan koordinasi secara optimal, karena itu Korps Rimbawan mendambakan adanya gedung Forestry Center yang berfungsi sebagai Pusat Pembinaan Kegiatan Hutan dan Kehutanan dan pusat komunikasi, baik antara instansi purat dan swasta maupun pusat dengan seluruh kegiatan di daerah-daerah.
Sebagai tindak lanjut dari gagasan dan dukungan pemerintah tersebut, kemudian Direktur Jenderal Kehutanan melimpahkan wewenangnya kepada Yayasan Sarana Wana Jaya untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan Gedung Pusat Kehutanan/ Taman Hutan dan bangunan Pelengkapnya, dengan ketentuan bahwa dalam pelaksanaan tugas tersebut Yayasan Sarana Wana Jaya wajib selalu berpedoman pada petunjuk dan instruksi dari Direktur Jenderal Kehutanan.
Gedung Pusat Kehutanan tersebut harus dapat menjadi gedung monumental yang membanggakan untuk diwariskan kepada generasi penerus. Karenanya rancangannya harus diterjemahkan menjadi design bangunan dan landscaping yang serasi guna memenuhi cita-cita dan fungsi yang diinginkan.
Wujud dari gedung yang semula dinamakan Forestry Center, dan saat ini Gedung Manggala Wanabakti ini terdiri dari gugusan-gugusan (block) untuk perkantoran pemerintah (Departemen Kehutanan) perkantoran swasta, bangunan fasilitas umum yang terdiri dari ruang Auditorium dan sekitarnya untuk penyelenggaraan berbagai acara, bangunan mechanical/electrical, sarana olahraga beserta kelengkapannya dan bangunan khusus yaitu Museum dan Perpustakaan Kehutanan. Gugusan bangunan tersebut dikelilingi oleh Taman Hutan yang luasnya sepadan dan memiliki areal parkir kendaraan yang mencukupi.






