Event

JAM BUKA PERPUSTAKAAN DAN MUSEUM KEHUTANAN
Hari Senin - Jumat: Jam 09.00 - 15.000
Hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional: Libur
Kunjungan pada hari libur dapat dilakukan
dengan konfirmasi terlebih dahulu
more...

Foto Feature

Menhut01.jpg: 1476x1004, 312k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

SDKupu2_01.jpg: 1476x1004, 375k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

swim4.jpg: 886x591, 223k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

RuangAuditorium.jpg: 400x266, 41k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

gym2.jpg: 886x591, 252k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

more...

Akses Pengguna

Username:
Password:
Keep me logged in:
 

Sponsor

NamaGedung

NAMA UNTUK GEDUNG PUSAT KEHUTANAN

(FORESTRY CENTRE)


Nama yang dipergunakan untuk Gedung Pusat Kehutanan adalah:
"MANGGALA WANABAKTI"

Dalam Nama ini tersimpul makna:

MANGGALA : berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti pucuk pimpinan atau pejabat tinggi. Dalam bidang kehutanan manggala diartikan cendikiawan Rimbawan yang menduduki jabatan, pemberi komando dan kendali dalam pengelolaan hutan sehingga tidak menyimpang dari tujuan luhur pelestarian hutan tanpa meninggalkan azas-azas demokrasi Negara Pancasila. Kendali timbal balik dari para manggala dan tamtama/siaga disesuaikan pada tempat dan lokasi komando akan dilaksanakan.

WANABAKTI:
WANA : berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti hutan, atau rimba. Hutan/rimba ini diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana dengan segala macam bentuk kehidupan.
Di dalam wana ini terdapat sumber segala kehidupan yang atas kehendakNya dianugerahkan kepada manusia yang berakal/bernalar serta derajat paling tinggi dari segala kehidupan di dunia.
Dari dalam rimba ini dapat digali segala sesuatu yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia dan kehidupan lingkungannya. Baik buruknya, rusak dan lestarinya hutan ini juga diserahkan pada akal dan nalar manusia itu sendiri

BAKTI : dapat diartikan karya dan oleh perbuatan manusia yang terpuji untuk dipersembahkan tanpa pamrih, iklas karena Allah, demi sesama hidup di dunia.
Bakti bagi Rimbawan ialah suatu pengejawantahan atau perwujudan karya Rimbawan dengan memanfaatkan hutan sebagai kiprah baktinya.
Pengolahan tata air, tanah, hutan, dengan segala kehidupan didalamnya dari mahluk yang terkecil dan paling lemah sampai mahluk terbesar dan yang pling kuat, adalah menjadi tanggung jawab para Rimbawan untuk mengelola tanpa mempunyai rasa was-was dan rela demi tugas dan baktinya.

Dari ketiga uraian suku kata Manggala, Wana dan Bakti tersebut di atas dapat diperas atau disimpulkan menjadi: Gedung tempat berkiprahnya para Manggala/Pimpinan/Rimbawan Cendikiawan dalam memberikan komando, bimbingan dan pengawasan pengelolaan/pemanfaatan hutan seisinya dengan sebaik mungkin tanpa meninggalkan Azaz Kelestarian Hutan itu sendiri yang merupakan dharma bakti Rimbawan kepada sesama manusia dengan rela berkorban, iklas tanpa pamrih.

Dari Gedung ini para manggala mengolah tata krida yang bijaksana, sehingga pengaturan peraturan yang akan dilaksanakan oleh para siaga kehutanan tidak akan mendapat kesulitan.

Sumber:
Lampiran 4 Surat Keputusan Ketua Yayasan Sarana Wanajaya No. 05/Swj/Kpts/K/XI/82, tgl. 2 Nopember 1982.