Event

JAM BUKA PERPUSTAKAAN DAN MUSEUM KEHUTANAN
Hari Senin - Jumat: Jam 09.00 - 15.000
Hari Sabtu, Minggu dan Libur Nasional: Libur
Kunjungan pada hari libur dapat dilakukan
dengan konfirmasi terlebih dahulu
more...

Foto Feature

Menhut01.jpg: 1476x1004, 312k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

SDKupu2_01.jpg: 1476x1004, 375k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

swim4.jpg: 886x591, 223k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

RuangAuditorium.jpg: 400x266, 41k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

gym2.jpg: 886x591, 252k (June 30, 2011, at 11:02 AM)

more...

Akses Pengguna

Username:
Password:
Keep me logged in:
 

Sponsor

PembangunanGedung

PEMBANGUNAN

GEDUNG PUSAT KEHUTANAN


Dengan dasar Keppres No. 43 tahun 1974, Direktur Jenderal Kehutanan Departemen Pertanian melimpahkan wewenang kepada Yayasan Sarana Wana Jaya untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan Gedung Pusat Kehutanan/Taman Hutan dan bangunan pelengkap lainnya.

Dalam melaksanakan pembangunan yang dimaksud, yayasan Sarana Wana Jaya membentuk "Team Forestry Center" dengan tugas menyiapkan rencana pembangunan gedung, yang dawali dengan pembebasan lahan dari para penggarap sesuai peta/denah yang dimaksud dalam lampiran Keppres 43 tahun 1974 tersebut di atas.

Mengingat lokasi Gedung Pusat Kehutanan berdampingan dengan Gedung MPR/DPR, maka dipersyaratkan bahwa arsitektur dan lingkungannya harus sesuai dan perpadu dengan gedung MPR/DPR yang adalah gedung lembaga tertinggi/tinggi Negara Republik Indonesia. Oleh karena itu dari sisi arsitektur, Yayasan Sarana Wana Jaya menunjuk PT. Gubahlaras Architect yang juga adalah yang merancang arsitektur komplek gedung MPR/DPR, sehingga dianggap akan mampu menyelaraskan arsitektur Forestry Center dengan gedung dan Kompleks MPR/DPR

Design Gedung Pusat Kehutanan terdiri dari 2 (dua) bangunan dominan bertingkat tinggi untuk perkantoran dan diikat/dihubungkan dengan bangunan bertingkat satu sebagai bangunan umum, serta lingkungan landscape yang berbentuk "amorf" atau gugusan pulau-pulau yang memberi keserasian bagi lingkungan. Dengan demikian citra arsitekturnya tampil dalam gaya monumental yang mencerminkan keselarasan Lembaga Kehutanan yang dapat mengiringi gedung Lembaga Tertinggi/Tinggi Negara.

Dalam melaksanakan pembangunannya Yayasan sarana Wana Jaya menunjuk P.T. Tri Darma Utama, sebagai main contractor atau kontraktor utama, yang merupakan konsorsium dari P.T. New Sahid Builders, P.T. Pembangunan Jaya dan P.T. Nugraha Kencana Jaya. Sedangkan yang bertindak sebagai quantity surveyor adalah P.T. Branusa.

Untuk arsitektur pertamanan ditangani oleh P.T. Gubahlaras sebagai koordinator dan pelaksanaannya ditangani oleh Fakultas Arsitektur dan Landscape Universitas Trisakti, P.T. Arsip Plan dibantu oleh ahli-ahli silvikultur dari Lembaga Penelitian Kehutanan.

Gedung Pusat Kehutanan atau Forestry Center, yang saat ini terkenal dengan nama Gedung Manggala Wanabakti, diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Bapak H.M. Soeharto pada tanggal 24 Agustus 1983. 27 tahun kemudian, Gedung megah yang berlokasi di Jl. Jend. Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, ini masih berdiri kokoh dan semakin kuat menanamkan citranya sebagai symbol "Persatuan dan kesatuan Rimbawan Indonesia"

Sumber:
Himpunan Keputusan-Keputusan Forestry Centre Tahun 1973 s/d 1980, Yayasan Sarana Wana Jaya.